2014/02/13

Tuhan Aku Lelah

0 komentar

Malam ini entah kenapa hati tidak tenang, jantungku berdetak tak menentu, nafas ku lebih cepat dari biasa  nya, ntah apa yang aku fikirkan saat ini. Aku merasa sepi di antara keramaian, aku tidak bisa lagi berpura-pura tegar, aku merasa ada yang mendesak ingin keluar dari mata ku ketika sepi menyelimuti ku. Ketika semua mata sudah mulai terpejam, disini hanya ada aku yang masih menatap tajam layar mini laptop yang ku punya sendirian. Aku berusaha mengeluarkan isi hati ku disini, aku harap setelah aku meluapkan nya disini aku bisa merasa lebih tenang.
Aku merindukan seseorang yang bisa mengerti tentang ku,menerima apa ada nya aku, aku menginginkan seseorang yang membuat bibir ini selalu tersenyum, aku butuh seseorang yang merangkul dan menggenggam tangan ku ketika aku sedang rapuh, aku selalu merasa nyaman disampingnya, saat ini sungguh tak dapat kusembunyikan lagi rasa itu. Tidak munafik jika aku membutuhkan sosok itu. Aku sadar tak selama nya aku kuat, aku hanya wanita biasa yang tidak bisa hidup sendiri. Mungkin inilah titik dimana aku mulai jenuh dengan kesendirian ku, ini juga tanda bahwa aku sudah ingin memulai hubungan baru karena perintah hati ku.
Tuhan bantu aku, pertemukanlah aku dengan pria pilihanMu
Tunjukan kami jalan untuk bersatu
Izinkan perbedaan antara kami menjadi sesuatu untuk saling melengkapi


2014/02/07

Jakarta 01 Januari 2014

0 komentar


Ini salah ku kenapa aku datang lagi ke kota kenangan yang saat ini ku benci, karena begitu banyak kenangan bersama mu, setiap sudut kota ini mengingatkan ku pada mu, membuat otak ku aktif kembali untuk mengingat saat-saat bersama mu dulu, saat kita marahan, diem-dieman diatas motor, apalagi saat semua mata tertuju ke arah kita waktu kita sibuk tertawa sepanjang perjalanan.
Meskipun aku sudah berusaha untuk menghilangan mu dari otak ku tapi tetap aja aku gagal lagi, aku ingat kegiatan rutin mu menjemput ku di airport saat libur semester , melepas rindu karena sudah beberapa bulan jarak menghalangi cinta kita, cukup menghabiskan waktu ngobrol-ngobrol di ruang tunggu airport sudah cukup bagi kita hehe

Dulu kita ga perlu punya uang banyak untuk bahagia. Buat kita pacaran itu ga harus menghabiskan uang untuk nonton film terbaru, ga perlu jalan-jalan ke mall yang besar, apalagi buat makan-makan di restoran mewah. Cinta kita sangat sederhana, sangat tulus, dan cinta yang apa adanya, justru kita banyak mnghabiskan waktu di danau buatan yang masih sejuk banget.

Tapi sekarang seperti nya kepulang ku saat ini tidak lagi kamu harapkan, kamu terkesan sangat acuh. Bahkan  kamu tak punya waktu beberapa menit untuk membalas pesan singkat yang ku kirim, andai saja kamu bales pesan singkat ku itu, pasti ga akan begini cerita nya. Aku ga akan pulang sendiri. Ah mungkin harapan ku saja yang terlalu tinggi, jelas saja kamu ga bales pesan singkat ku lagi karena memang aku bukan apa-apa mu lagi dan ga penting juga kamu bales nya.

Turun dari pesawat biasa nya aku segera menghidupkan handphone karena ku takut kamu terlalu lama menunggu ku di depan pintu keluar penumpang tanpa kabar,  aku takut kamu bosan menunggu, aku takut kamu khwatir sama keadaan ku.

Sebelum ketemu kamu biasa nya aku ke toilet dulu untuk sekedar bercermin dan merapikan jilbab ku yang sudah berantakan selama perjalanan, aku ingin setiap pertemuan kita selalu ada kesan yang berbeda hehe

Dan akhirnya saat itu tiba, kita sibuk mencari-cari diantara keramaian orang yang lalu lalang, sambil menggenggam telpon dan sesekali menelpon untuk memastikan posisi masing-masing. Yihaaa kamu liat aku trus datang menghampiri ku selanjutnya kamu segera mengambil alih tas dan koper yang aku bawa-bawa dari tadi, kita saling tatap melihat perbedaan yang terjadi di antara kita, lucu rasa nya saat itu yaa, sambil menunggu angkutan umum yang mengantarkan ke tujuan, banyak topik pembicaraan yang kita bicarakan, rasa nya aku ga mau mengakhiri pertemuan singkat itu.

Eh balik lagi itu semua Cuma tinggal kenagan indah bersama mu, itupun sudah mundur beberapa bulan dan beberapa tahun yang lalu. sekarang fakta nya aku pulang sendiri tanpa kamu yang menyambut kedatangan ku. Aku merasa sendiri dia antara keramaian, aku harus membawa tas sendiri, aku pergi ke loket bus pun tanpa kamu, di tambah hampa nya hidup ku ketika aku harus menunggu kedatangan bus sendirian.

Sepanjang jalan dari bandara ke rumah, aku mencari-cari sosok mu dia antara kemacetan kota, aku harap ada kamu diantara pengendara sepeda motor itu, aku masih ingin sekali melihatmu, tapi aku ga mau kamu melihat ku.

 Aku terlalu rapuh untuk bertemu dengan mu, aku bukan lagi wanita kuat setelah perpisahan kita, saat aku sadar kamu sudah tidak bersama ku lagi, saat aku ingat kita udah ga satu lagi.

Hari yang sama 01 desember 2013

0 komentar



Di hari yang sama. Hari ini tadi pagi ga tau kenapa ada sesuatu yang aneh rasa nya, tiba-tiba bangun tidur pengen meluk si gembul boneka yang pernah kamu kasih buat aku. Lagi-lagi aku gagal melupakan mu, melupakan kita dulu. Ga tau lagi aku udah kehabisan tempat buat menceritakan mu ke teman-teman ku. Percuma, mereka udah bosan mendengar nama mu ku sebut, sampai ga ada lagi yang bersedia mendengarkan ku dan mungkin menangis adalah jalan terakhir buat melepaskan sesak karena rindu ku pada mu. Air mata yang jatuh itu bukan karena sakit hati ku tapi rasa rindu yang sangat menyiksa dan selalu ku tahan.
Terlepas dari itu sejak kepergian  mu, aku ingin mencoba untuk mengenal orang lain di hidupku. Mungkin allah punya rencana indah untuk mempertemukan aku dengan orang baru yang ga pernah aku kenal sebelumnya, saat ini aku sedang berteman dekat dengan salah satu mahasiswa di kampus tapi beda jurusan dengan ku. Sudah 3 bulan kita kenal dan dekat, aku ga pernah sekalipun untuk menyapa nya duluan, aku juga ga memberikan harapan pada nya tapi dia selalu menganggap semua sifat ku berlebihan. Sudah ku katakan sebelum nya aku belum bisa memulai hubungan baru, bukan karena ku tak suka pada nya tapi jelas karena masih ada luka tusuk yang masih memerah di hati ku. Luka yang belum sepenuh nya sembuh, aku takut jika nanti dia juga akan melakukan hal yang sama seperti mu. Lagi dan lagi malam ini dia menelpon ku dan dia selalu menceritakan keseharian nya, aku Cuma bisa jadi pendengar yang baik sambil tertawa kecil mendengarkan kelakuan konyol nya. Tidak saat bersama mu, dulu aku yang selalu antusias bercerita di ujung telpon. Dengan nada yang rendah dia memanggil nama ku lembut dan pelan-pelan sekali “yar maaf udah lancang kalau aku cinta sama niyar”. Ga tau mau ngomong apalagi, udah cukup aku menjadikan orang lain pelampiasan buat melupakan mu, aku katakan yang sejujurnya kalau aku masih belum bisa melupakan mu ;masa laluku. Tapi dia bilang dia setia sampai kapanpun aku bisa menerima nya, sampai kapan aku bisa melupakan mu, kamu tau ga dia itu beda banget sama cowo-cowo yang lain, dia itu sama kaya kamu dulu yang selalu nurut kalau aku bilangin, dia mau berubah ke hal yang lebih baik, dia mau jadi seseorang yang aku inginkan mesti harus berlawanan dengan karakternya, dia juga menerima keputusan ku karena dia yakin aku adalah pendamping hidup yang di kirim allah untuk nya. Aku ga akan tega memainkan perasaan orang yang seperti itu,karena aku tau sakit nya di mainkan sama orang yang kita cintai. Tapi hati ku selalu dan selalu menolak kedatangan pria baru, entah lah dulu sebesar apa cinta ku pada mu yang membuat jejak yang sulit ku hapuskan.

2014/02/13

Tuhan Aku Lelah


Malam ini entah kenapa hati tidak tenang, jantungku berdetak tak menentu, nafas ku lebih cepat dari biasa  nya, ntah apa yang aku fikirkan saat ini. Aku merasa sepi di antara keramaian, aku tidak bisa lagi berpura-pura tegar, aku merasa ada yang mendesak ingin keluar dari mata ku ketika sepi menyelimuti ku. Ketika semua mata sudah mulai terpejam, disini hanya ada aku yang masih menatap tajam layar mini laptop yang ku punya sendirian. Aku berusaha mengeluarkan isi hati ku disini, aku harap setelah aku meluapkan nya disini aku bisa merasa lebih tenang.
Aku merindukan seseorang yang bisa mengerti tentang ku,menerima apa ada nya aku, aku menginginkan seseorang yang membuat bibir ini selalu tersenyum, aku butuh seseorang yang merangkul dan menggenggam tangan ku ketika aku sedang rapuh, aku selalu merasa nyaman disampingnya, saat ini sungguh tak dapat kusembunyikan lagi rasa itu. Tidak munafik jika aku membutuhkan sosok itu. Aku sadar tak selama nya aku kuat, aku hanya wanita biasa yang tidak bisa hidup sendiri. Mungkin inilah titik dimana aku mulai jenuh dengan kesendirian ku, ini juga tanda bahwa aku sudah ingin memulai hubungan baru karena perintah hati ku.
Tuhan bantu aku, pertemukanlah aku dengan pria pilihanMu
Tunjukan kami jalan untuk bersatu
Izinkan perbedaan antara kami menjadi sesuatu untuk saling melengkapi


2014/02/07

Jakarta 01 Januari 2014



Ini salah ku kenapa aku datang lagi ke kota kenangan yang saat ini ku benci, karena begitu banyak kenangan bersama mu, setiap sudut kota ini mengingatkan ku pada mu, membuat otak ku aktif kembali untuk mengingat saat-saat bersama mu dulu, saat kita marahan, diem-dieman diatas motor, apalagi saat semua mata tertuju ke arah kita waktu kita sibuk tertawa sepanjang perjalanan.
Meskipun aku sudah berusaha untuk menghilangan mu dari otak ku tapi tetap aja aku gagal lagi, aku ingat kegiatan rutin mu menjemput ku di airport saat libur semester , melepas rindu karena sudah beberapa bulan jarak menghalangi cinta kita, cukup menghabiskan waktu ngobrol-ngobrol di ruang tunggu airport sudah cukup bagi kita hehe

Dulu kita ga perlu punya uang banyak untuk bahagia. Buat kita pacaran itu ga harus menghabiskan uang untuk nonton film terbaru, ga perlu jalan-jalan ke mall yang besar, apalagi buat makan-makan di restoran mewah. Cinta kita sangat sederhana, sangat tulus, dan cinta yang apa adanya, justru kita banyak mnghabiskan waktu di danau buatan yang masih sejuk banget.

Tapi sekarang seperti nya kepulang ku saat ini tidak lagi kamu harapkan, kamu terkesan sangat acuh. Bahkan  kamu tak punya waktu beberapa menit untuk membalas pesan singkat yang ku kirim, andai saja kamu bales pesan singkat ku itu, pasti ga akan begini cerita nya. Aku ga akan pulang sendiri. Ah mungkin harapan ku saja yang terlalu tinggi, jelas saja kamu ga bales pesan singkat ku lagi karena memang aku bukan apa-apa mu lagi dan ga penting juga kamu bales nya.

Turun dari pesawat biasa nya aku segera menghidupkan handphone karena ku takut kamu terlalu lama menunggu ku di depan pintu keluar penumpang tanpa kabar,  aku takut kamu bosan menunggu, aku takut kamu khwatir sama keadaan ku.

Sebelum ketemu kamu biasa nya aku ke toilet dulu untuk sekedar bercermin dan merapikan jilbab ku yang sudah berantakan selama perjalanan, aku ingin setiap pertemuan kita selalu ada kesan yang berbeda hehe

Dan akhirnya saat itu tiba, kita sibuk mencari-cari diantara keramaian orang yang lalu lalang, sambil menggenggam telpon dan sesekali menelpon untuk memastikan posisi masing-masing. Yihaaa kamu liat aku trus datang menghampiri ku selanjutnya kamu segera mengambil alih tas dan koper yang aku bawa-bawa dari tadi, kita saling tatap melihat perbedaan yang terjadi di antara kita, lucu rasa nya saat itu yaa, sambil menunggu angkutan umum yang mengantarkan ke tujuan, banyak topik pembicaraan yang kita bicarakan, rasa nya aku ga mau mengakhiri pertemuan singkat itu.

Eh balik lagi itu semua Cuma tinggal kenagan indah bersama mu, itupun sudah mundur beberapa bulan dan beberapa tahun yang lalu. sekarang fakta nya aku pulang sendiri tanpa kamu yang menyambut kedatangan ku. Aku merasa sendiri dia antara keramaian, aku harus membawa tas sendiri, aku pergi ke loket bus pun tanpa kamu, di tambah hampa nya hidup ku ketika aku harus menunggu kedatangan bus sendirian.

Sepanjang jalan dari bandara ke rumah, aku mencari-cari sosok mu dia antara kemacetan kota, aku harap ada kamu diantara pengendara sepeda motor itu, aku masih ingin sekali melihatmu, tapi aku ga mau kamu melihat ku.

 Aku terlalu rapuh untuk bertemu dengan mu, aku bukan lagi wanita kuat setelah perpisahan kita, saat aku sadar kamu sudah tidak bersama ku lagi, saat aku ingat kita udah ga satu lagi.

Hari yang sama 01 desember 2013




Di hari yang sama. Hari ini tadi pagi ga tau kenapa ada sesuatu yang aneh rasa nya, tiba-tiba bangun tidur pengen meluk si gembul boneka yang pernah kamu kasih buat aku. Lagi-lagi aku gagal melupakan mu, melupakan kita dulu. Ga tau lagi aku udah kehabisan tempat buat menceritakan mu ke teman-teman ku. Percuma, mereka udah bosan mendengar nama mu ku sebut, sampai ga ada lagi yang bersedia mendengarkan ku dan mungkin menangis adalah jalan terakhir buat melepaskan sesak karena rindu ku pada mu. Air mata yang jatuh itu bukan karena sakit hati ku tapi rasa rindu yang sangat menyiksa dan selalu ku tahan.
Terlepas dari itu sejak kepergian  mu, aku ingin mencoba untuk mengenal orang lain di hidupku. Mungkin allah punya rencana indah untuk mempertemukan aku dengan orang baru yang ga pernah aku kenal sebelumnya, saat ini aku sedang berteman dekat dengan salah satu mahasiswa di kampus tapi beda jurusan dengan ku. Sudah 3 bulan kita kenal dan dekat, aku ga pernah sekalipun untuk menyapa nya duluan, aku juga ga memberikan harapan pada nya tapi dia selalu menganggap semua sifat ku berlebihan. Sudah ku katakan sebelum nya aku belum bisa memulai hubungan baru, bukan karena ku tak suka pada nya tapi jelas karena masih ada luka tusuk yang masih memerah di hati ku. Luka yang belum sepenuh nya sembuh, aku takut jika nanti dia juga akan melakukan hal yang sama seperti mu. Lagi dan lagi malam ini dia menelpon ku dan dia selalu menceritakan keseharian nya, aku Cuma bisa jadi pendengar yang baik sambil tertawa kecil mendengarkan kelakuan konyol nya. Tidak saat bersama mu, dulu aku yang selalu antusias bercerita di ujung telpon. Dengan nada yang rendah dia memanggil nama ku lembut dan pelan-pelan sekali “yar maaf udah lancang kalau aku cinta sama niyar”. Ga tau mau ngomong apalagi, udah cukup aku menjadikan orang lain pelampiasan buat melupakan mu, aku katakan yang sejujurnya kalau aku masih belum bisa melupakan mu ;masa laluku. Tapi dia bilang dia setia sampai kapanpun aku bisa menerima nya, sampai kapan aku bisa melupakan mu, kamu tau ga dia itu beda banget sama cowo-cowo yang lain, dia itu sama kaya kamu dulu yang selalu nurut kalau aku bilangin, dia mau berubah ke hal yang lebih baik, dia mau jadi seseorang yang aku inginkan mesti harus berlawanan dengan karakternya, dia juga menerima keputusan ku karena dia yakin aku adalah pendamping hidup yang di kirim allah untuk nya. Aku ga akan tega memainkan perasaan orang yang seperti itu,karena aku tau sakit nya di mainkan sama orang yang kita cintai. Tapi hati ku selalu dan selalu menolak kedatangan pria baru, entah lah dulu sebesar apa cinta ku pada mu yang membuat jejak yang sulit ku hapuskan.