2014/02/07

Hari yang sama 01 desember 2013





Di hari yang sama. Hari ini tadi pagi ga tau kenapa ada sesuatu yang aneh rasa nya, tiba-tiba bangun tidur pengen meluk si gembul boneka yang pernah kamu kasih buat aku. Lagi-lagi aku gagal melupakan mu, melupakan kita dulu. Ga tau lagi aku udah kehabisan tempat buat menceritakan mu ke teman-teman ku. Percuma, mereka udah bosan mendengar nama mu ku sebut, sampai ga ada lagi yang bersedia mendengarkan ku dan mungkin menangis adalah jalan terakhir buat melepaskan sesak karena rindu ku pada mu. Air mata yang jatuh itu bukan karena sakit hati ku tapi rasa rindu yang sangat menyiksa dan selalu ku tahan.
Terlepas dari itu sejak kepergian  mu, aku ingin mencoba untuk mengenal orang lain di hidupku. Mungkin allah punya rencana indah untuk mempertemukan aku dengan orang baru yang ga pernah aku kenal sebelumnya, saat ini aku sedang berteman dekat dengan salah satu mahasiswa di kampus tapi beda jurusan dengan ku. Sudah 3 bulan kita kenal dan dekat, aku ga pernah sekalipun untuk menyapa nya duluan, aku juga ga memberikan harapan pada nya tapi dia selalu menganggap semua sifat ku berlebihan. Sudah ku katakan sebelum nya aku belum bisa memulai hubungan baru, bukan karena ku tak suka pada nya tapi jelas karena masih ada luka tusuk yang masih memerah di hati ku. Luka yang belum sepenuh nya sembuh, aku takut jika nanti dia juga akan melakukan hal yang sama seperti mu. Lagi dan lagi malam ini dia menelpon ku dan dia selalu menceritakan keseharian nya, aku Cuma bisa jadi pendengar yang baik sambil tertawa kecil mendengarkan kelakuan konyol nya. Tidak saat bersama mu, dulu aku yang selalu antusias bercerita di ujung telpon. Dengan nada yang rendah dia memanggil nama ku lembut dan pelan-pelan sekali “yar maaf udah lancang kalau aku cinta sama niyar”. Ga tau mau ngomong apalagi, udah cukup aku menjadikan orang lain pelampiasan buat melupakan mu, aku katakan yang sejujurnya kalau aku masih belum bisa melupakan mu ;masa laluku. Tapi dia bilang dia setia sampai kapanpun aku bisa menerima nya, sampai kapan aku bisa melupakan mu, kamu tau ga dia itu beda banget sama cowo-cowo yang lain, dia itu sama kaya kamu dulu yang selalu nurut kalau aku bilangin, dia mau berubah ke hal yang lebih baik, dia mau jadi seseorang yang aku inginkan mesti harus berlawanan dengan karakternya, dia juga menerima keputusan ku karena dia yakin aku adalah pendamping hidup yang di kirim allah untuk nya. Aku ga akan tega memainkan perasaan orang yang seperti itu,karena aku tau sakit nya di mainkan sama orang yang kita cintai. Tapi hati ku selalu dan selalu menolak kedatangan pria baru, entah lah dulu sebesar apa cinta ku pada mu yang membuat jejak yang sulit ku hapuskan.

0 komentar:

Posting Komentar

2014/02/07

Hari yang sama 01 desember 2013




Di hari yang sama. Hari ini tadi pagi ga tau kenapa ada sesuatu yang aneh rasa nya, tiba-tiba bangun tidur pengen meluk si gembul boneka yang pernah kamu kasih buat aku. Lagi-lagi aku gagal melupakan mu, melupakan kita dulu. Ga tau lagi aku udah kehabisan tempat buat menceritakan mu ke teman-teman ku. Percuma, mereka udah bosan mendengar nama mu ku sebut, sampai ga ada lagi yang bersedia mendengarkan ku dan mungkin menangis adalah jalan terakhir buat melepaskan sesak karena rindu ku pada mu. Air mata yang jatuh itu bukan karena sakit hati ku tapi rasa rindu yang sangat menyiksa dan selalu ku tahan.
Terlepas dari itu sejak kepergian  mu, aku ingin mencoba untuk mengenal orang lain di hidupku. Mungkin allah punya rencana indah untuk mempertemukan aku dengan orang baru yang ga pernah aku kenal sebelumnya, saat ini aku sedang berteman dekat dengan salah satu mahasiswa di kampus tapi beda jurusan dengan ku. Sudah 3 bulan kita kenal dan dekat, aku ga pernah sekalipun untuk menyapa nya duluan, aku juga ga memberikan harapan pada nya tapi dia selalu menganggap semua sifat ku berlebihan. Sudah ku katakan sebelum nya aku belum bisa memulai hubungan baru, bukan karena ku tak suka pada nya tapi jelas karena masih ada luka tusuk yang masih memerah di hati ku. Luka yang belum sepenuh nya sembuh, aku takut jika nanti dia juga akan melakukan hal yang sama seperti mu. Lagi dan lagi malam ini dia menelpon ku dan dia selalu menceritakan keseharian nya, aku Cuma bisa jadi pendengar yang baik sambil tertawa kecil mendengarkan kelakuan konyol nya. Tidak saat bersama mu, dulu aku yang selalu antusias bercerita di ujung telpon. Dengan nada yang rendah dia memanggil nama ku lembut dan pelan-pelan sekali “yar maaf udah lancang kalau aku cinta sama niyar”. Ga tau mau ngomong apalagi, udah cukup aku menjadikan orang lain pelampiasan buat melupakan mu, aku katakan yang sejujurnya kalau aku masih belum bisa melupakan mu ;masa laluku. Tapi dia bilang dia setia sampai kapanpun aku bisa menerima nya, sampai kapan aku bisa melupakan mu, kamu tau ga dia itu beda banget sama cowo-cowo yang lain, dia itu sama kaya kamu dulu yang selalu nurut kalau aku bilangin, dia mau berubah ke hal yang lebih baik, dia mau jadi seseorang yang aku inginkan mesti harus berlawanan dengan karakternya, dia juga menerima keputusan ku karena dia yakin aku adalah pendamping hidup yang di kirim allah untuk nya. Aku ga akan tega memainkan perasaan orang yang seperti itu,karena aku tau sakit nya di mainkan sama orang yang kita cintai. Tapi hati ku selalu dan selalu menolak kedatangan pria baru, entah lah dulu sebesar apa cinta ku pada mu yang membuat jejak yang sulit ku hapuskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar