Ini salah ku kenapa aku datang
lagi ke kota kenangan yang saat ini ku benci, karena begitu banyak kenangan
bersama mu, setiap sudut kota ini mengingatkan ku pada mu, membuat otak ku
aktif kembali untuk mengingat saat-saat bersama mu dulu, saat kita marahan,
diem-dieman diatas motor, apalagi saat semua mata tertuju ke arah kita waktu
kita sibuk tertawa sepanjang perjalanan.
Meskipun aku sudah berusaha untuk menghilangan mu
dari otak ku tapi tetap aja aku gagal lagi, aku ingat kegiatan rutin mu
menjemput ku di airport saat libur semester , melepas rindu karena sudah
beberapa bulan jarak menghalangi cinta kita, cukup menghabiskan waktu
ngobrol-ngobrol di ruang tunggu airport sudah cukup bagi kita hehe
Dulu kita ga perlu punya uang banyak untuk
bahagia. Buat kita pacaran itu ga harus menghabiskan uang untuk nonton film terbaru,
ga perlu jalan-jalan ke mall yang besar, apalagi buat makan-makan di restoran
mewah. Cinta kita sangat sederhana, sangat tulus, dan cinta yang apa adanya,
justru kita banyak mnghabiskan waktu di danau buatan yang masih sejuk banget.
Tapi sekarang seperti nya kepulang ku saat ini
tidak lagi kamu harapkan, kamu terkesan sangat acuh. Bahkan kamu tak punya waktu beberapa menit untuk
membalas pesan singkat yang ku kirim, andai saja kamu bales pesan singkat ku
itu, pasti ga akan begini cerita nya. Aku ga akan pulang sendiri. Ah mungkin
harapan ku saja yang terlalu tinggi, jelas saja kamu ga bales pesan singkat ku
lagi karena memang aku bukan apa-apa mu lagi dan ga penting juga kamu bales nya.
Turun dari pesawat biasa nya aku segera
menghidupkan handphone karena ku takut kamu terlalu lama menunggu ku di depan
pintu keluar penumpang tanpa kabar, aku
takut kamu bosan menunggu, aku takut kamu khwatir sama keadaan ku.
Sebelum ketemu kamu biasa nya aku ke toilet dulu
untuk sekedar bercermin dan merapikan jilbab ku yang sudah berantakan selama
perjalanan, aku ingin setiap pertemuan kita selalu ada kesan yang berbeda hehe
Dan akhirnya saat itu tiba, kita sibuk
mencari-cari diantara keramaian orang yang lalu lalang, sambil menggenggam
telpon dan sesekali menelpon untuk memastikan posisi masing-masing. Yihaaa kamu
liat aku trus datang menghampiri ku selanjutnya kamu segera mengambil alih tas
dan koper yang aku bawa-bawa dari tadi, kita saling tatap melihat perbedaan
yang terjadi di antara kita, lucu rasa nya saat itu yaa, sambil menunggu
angkutan umum yang mengantarkan ke tujuan, banyak topik pembicaraan yang kita
bicarakan, rasa nya aku ga mau mengakhiri pertemuan singkat itu.
Eh balik lagi itu semua Cuma tinggal kenagan indah
bersama mu, itupun sudah mundur beberapa bulan dan beberapa tahun yang lalu. sekarang
fakta nya aku pulang sendiri tanpa kamu yang menyambut kedatangan ku. Aku
merasa sendiri dia antara keramaian, aku harus membawa tas sendiri, aku pergi
ke loket bus pun tanpa kamu, di tambah hampa nya hidup ku ketika aku harus
menunggu kedatangan bus sendirian.
Sepanjang jalan dari bandara ke rumah, aku
mencari-cari sosok mu dia antara kemacetan kota, aku harap ada kamu diantara
pengendara sepeda motor itu, aku masih ingin sekali melihatmu, tapi aku ga mau
kamu melihat ku.
Aku terlalu
rapuh untuk bertemu dengan mu, aku bukan lagi wanita kuat setelah perpisahan
kita, saat aku sadar kamu sudah tidak bersama ku lagi, saat aku ingat kita udah
ga satu lagi.
0 komentar:
Posting Komentar