2014/02/07

Jakarta 01 Januari 2014




Ini salah ku kenapa aku datang lagi ke kota kenangan yang saat ini ku benci, karena begitu banyak kenangan bersama mu, setiap sudut kota ini mengingatkan ku pada mu, membuat otak ku aktif kembali untuk mengingat saat-saat bersama mu dulu, saat kita marahan, diem-dieman diatas motor, apalagi saat semua mata tertuju ke arah kita waktu kita sibuk tertawa sepanjang perjalanan.
Meskipun aku sudah berusaha untuk menghilangan mu dari otak ku tapi tetap aja aku gagal lagi, aku ingat kegiatan rutin mu menjemput ku di airport saat libur semester , melepas rindu karena sudah beberapa bulan jarak menghalangi cinta kita, cukup menghabiskan waktu ngobrol-ngobrol di ruang tunggu airport sudah cukup bagi kita hehe

Dulu kita ga perlu punya uang banyak untuk bahagia. Buat kita pacaran itu ga harus menghabiskan uang untuk nonton film terbaru, ga perlu jalan-jalan ke mall yang besar, apalagi buat makan-makan di restoran mewah. Cinta kita sangat sederhana, sangat tulus, dan cinta yang apa adanya, justru kita banyak mnghabiskan waktu di danau buatan yang masih sejuk banget.

Tapi sekarang seperti nya kepulang ku saat ini tidak lagi kamu harapkan, kamu terkesan sangat acuh. Bahkan  kamu tak punya waktu beberapa menit untuk membalas pesan singkat yang ku kirim, andai saja kamu bales pesan singkat ku itu, pasti ga akan begini cerita nya. Aku ga akan pulang sendiri. Ah mungkin harapan ku saja yang terlalu tinggi, jelas saja kamu ga bales pesan singkat ku lagi karena memang aku bukan apa-apa mu lagi dan ga penting juga kamu bales nya.

Turun dari pesawat biasa nya aku segera menghidupkan handphone karena ku takut kamu terlalu lama menunggu ku di depan pintu keluar penumpang tanpa kabar,  aku takut kamu bosan menunggu, aku takut kamu khwatir sama keadaan ku.

Sebelum ketemu kamu biasa nya aku ke toilet dulu untuk sekedar bercermin dan merapikan jilbab ku yang sudah berantakan selama perjalanan, aku ingin setiap pertemuan kita selalu ada kesan yang berbeda hehe

Dan akhirnya saat itu tiba, kita sibuk mencari-cari diantara keramaian orang yang lalu lalang, sambil menggenggam telpon dan sesekali menelpon untuk memastikan posisi masing-masing. Yihaaa kamu liat aku trus datang menghampiri ku selanjutnya kamu segera mengambil alih tas dan koper yang aku bawa-bawa dari tadi, kita saling tatap melihat perbedaan yang terjadi di antara kita, lucu rasa nya saat itu yaa, sambil menunggu angkutan umum yang mengantarkan ke tujuan, banyak topik pembicaraan yang kita bicarakan, rasa nya aku ga mau mengakhiri pertemuan singkat itu.

Eh balik lagi itu semua Cuma tinggal kenagan indah bersama mu, itupun sudah mundur beberapa bulan dan beberapa tahun yang lalu. sekarang fakta nya aku pulang sendiri tanpa kamu yang menyambut kedatangan ku. Aku merasa sendiri dia antara keramaian, aku harus membawa tas sendiri, aku pergi ke loket bus pun tanpa kamu, di tambah hampa nya hidup ku ketika aku harus menunggu kedatangan bus sendirian.

Sepanjang jalan dari bandara ke rumah, aku mencari-cari sosok mu dia antara kemacetan kota, aku harap ada kamu diantara pengendara sepeda motor itu, aku masih ingin sekali melihatmu, tapi aku ga mau kamu melihat ku.

 Aku terlalu rapuh untuk bertemu dengan mu, aku bukan lagi wanita kuat setelah perpisahan kita, saat aku sadar kamu sudah tidak bersama ku lagi, saat aku ingat kita udah ga satu lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

2014/02/07

Jakarta 01 Januari 2014



Ini salah ku kenapa aku datang lagi ke kota kenangan yang saat ini ku benci, karena begitu banyak kenangan bersama mu, setiap sudut kota ini mengingatkan ku pada mu, membuat otak ku aktif kembali untuk mengingat saat-saat bersama mu dulu, saat kita marahan, diem-dieman diatas motor, apalagi saat semua mata tertuju ke arah kita waktu kita sibuk tertawa sepanjang perjalanan.
Meskipun aku sudah berusaha untuk menghilangan mu dari otak ku tapi tetap aja aku gagal lagi, aku ingat kegiatan rutin mu menjemput ku di airport saat libur semester , melepas rindu karena sudah beberapa bulan jarak menghalangi cinta kita, cukup menghabiskan waktu ngobrol-ngobrol di ruang tunggu airport sudah cukup bagi kita hehe

Dulu kita ga perlu punya uang banyak untuk bahagia. Buat kita pacaran itu ga harus menghabiskan uang untuk nonton film terbaru, ga perlu jalan-jalan ke mall yang besar, apalagi buat makan-makan di restoran mewah. Cinta kita sangat sederhana, sangat tulus, dan cinta yang apa adanya, justru kita banyak mnghabiskan waktu di danau buatan yang masih sejuk banget.

Tapi sekarang seperti nya kepulang ku saat ini tidak lagi kamu harapkan, kamu terkesan sangat acuh. Bahkan  kamu tak punya waktu beberapa menit untuk membalas pesan singkat yang ku kirim, andai saja kamu bales pesan singkat ku itu, pasti ga akan begini cerita nya. Aku ga akan pulang sendiri. Ah mungkin harapan ku saja yang terlalu tinggi, jelas saja kamu ga bales pesan singkat ku lagi karena memang aku bukan apa-apa mu lagi dan ga penting juga kamu bales nya.

Turun dari pesawat biasa nya aku segera menghidupkan handphone karena ku takut kamu terlalu lama menunggu ku di depan pintu keluar penumpang tanpa kabar,  aku takut kamu bosan menunggu, aku takut kamu khwatir sama keadaan ku.

Sebelum ketemu kamu biasa nya aku ke toilet dulu untuk sekedar bercermin dan merapikan jilbab ku yang sudah berantakan selama perjalanan, aku ingin setiap pertemuan kita selalu ada kesan yang berbeda hehe

Dan akhirnya saat itu tiba, kita sibuk mencari-cari diantara keramaian orang yang lalu lalang, sambil menggenggam telpon dan sesekali menelpon untuk memastikan posisi masing-masing. Yihaaa kamu liat aku trus datang menghampiri ku selanjutnya kamu segera mengambil alih tas dan koper yang aku bawa-bawa dari tadi, kita saling tatap melihat perbedaan yang terjadi di antara kita, lucu rasa nya saat itu yaa, sambil menunggu angkutan umum yang mengantarkan ke tujuan, banyak topik pembicaraan yang kita bicarakan, rasa nya aku ga mau mengakhiri pertemuan singkat itu.

Eh balik lagi itu semua Cuma tinggal kenagan indah bersama mu, itupun sudah mundur beberapa bulan dan beberapa tahun yang lalu. sekarang fakta nya aku pulang sendiri tanpa kamu yang menyambut kedatangan ku. Aku merasa sendiri dia antara keramaian, aku harus membawa tas sendiri, aku pergi ke loket bus pun tanpa kamu, di tambah hampa nya hidup ku ketika aku harus menunggu kedatangan bus sendirian.

Sepanjang jalan dari bandara ke rumah, aku mencari-cari sosok mu dia antara kemacetan kota, aku harap ada kamu diantara pengendara sepeda motor itu, aku masih ingin sekali melihatmu, tapi aku ga mau kamu melihat ku.

 Aku terlalu rapuh untuk bertemu dengan mu, aku bukan lagi wanita kuat setelah perpisahan kita, saat aku sadar kamu sudah tidak bersama ku lagi, saat aku ingat kita udah ga satu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar